Cara Pemurnian Air Sederhana untuk Sobat Sederhana

Hello Sobat Sederhana! Apa kabar? Pernahkah kamu merasakan air yang tidak enak dan terasa berbeda dari yang biasanya? Itu mungkin karena air tersebut mengandung kotoran atau zat-zat lain yang dapat membahayakan kesehatan. Oleh sebab itu, pada artikel kali ini kita akan membahas tentang cara pemurnian air sederhana untuk memastikan air yang di konsumsi sehari-hari aman dan sehat untuk dikonsumsi.

Pengertian Air yang Aman dan Sehat

Sebelum membahas tentang cara pemurnian air sederhana, kita harus memahami apa itu air yang aman dan sehat untuk dikonsumsi. Menurut World Health Organization (WHO), air yang sehat adalah air yang memenuhi standar kualitas air minum dan tidak berpotensi menyebabkan keracunan atau infeksi. Nah, berikut ini adalah kriteria-kriteria air yang aman dan sehat:

Kriteria
Standar
Warna
Benign
Rasa
Tidak berbau
Bau
Tidak terasa
PH
6,5-8,5
Zat organik
< 10 mg/L

Dalam kondisi yang normal, air yang aman dan sehat seharusnya tidak menunjukkan perubahan pada kriteria-kriteria tersebut. Namun, karena berbagai faktor seperti pencemaran, kondisi lingkungan, dan lain-lain, maka kriteria-kriteria tersebut dapat berbeda-beda tergantung pada kondisi air tersebut.

Cara Pemurnian Air Sederhana

Setelah mengetahui kriteria-kriteria air yang sehat, kini saatnya kita membahas tentang cara pemurnian air sederhana. Ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk memurnikan air secara sederhana. Simak penjelasannya di bawah ini:

1. Penyaringan

Penyaringan adalah cara yang paling mudah dan murah untuk memurnikan air. Caranya cukup dengan menyaring air menggunakan kain atau saringan kopi. Hal ini dapat menghilangkan partikel-partikel kotoran dan zat-zat lain yang terlarut pada air. Namun, penyaringan tidak dapat menghilangkan bakteri dan virus yang berada pada air.

TRENDING 🔥  Cara Membuat Shabu Sederhana

2. Penjernihan

Penjernihan adalah cara untuk menghilangkan partikel-partikel kotoran yang terlarut, seperti lumpur dan pasir, yang tidak dapat disaring. Caranya cukup dengan menunggu air hingga partikel-partikel tersebut terendapkan pada dasar wadah. Selanjutnya, air yang ada pada bagian atas dapat diambil dan digunakan. Namun, penjernihan tidak dapat menghilangkan bakteri dan virus yang berada pada air.

3. Tawas

Tawas adalah bahan alami yang dapat digunakan untuk memurnikan air. Caranya cukup dengan menambahkan tawas pada air yang akan dipurnikan. Tawas akan membantu menggumpalkan partikel-partikel kotoran dan zat-zat lain yang terlarut pada air sehingga mudah disaring atau diendapkan. Namun, tawas tidak dapat menghilangkan bakteri dan virus yang berada pada air.

4. Penyulingan

Penyulingan adalah cara yang paling efektif untuk memurnikan air. Caranya dengan menguapkan air hingga menjadi uap dan kemudian menyalurkan uap tersebut ke wadah lain untuk dijadikan air murni. Proses ini dapat menghilangkan semua zat yang terlarut pada air, termasuk bakteri dan virus. Namun, cara ini memerlukan alat khusus yang cukup mahal dan tidak dapat dilakukan secara sederhana.

5. Klarifikasi

Klarifikasi adalah cara untuk menghilangkan zat-zat organik dan partikel-partikel kecil yang menyebabkan air keruh. Caranya cukup dengan menambahkan bahan kimia tertentu pada air, seperti kapur, alum, atau koagulan lainnya. Bahan kimia tersebut akan menggumpalkan partikel-partikel kotoran sehingga mudah disaring atau diendapkan. Namun, klarifikasi tidak dapat menghilangkan bakteri dan virus yang berada pada air.

FAQ (Frequently Asked Questions)

1. Apa yang dimaksud dengan air yang tercemar?

Air yang tercemar adalah air yang mengandung zat-zat yang tidak seharusnya berada pada air tersebut dan dapat membahayakan kesehatan. Zat-zat tersebut bisa berasal dari limbah industri, limbah rumah tangga, atau bahan-bahan yang bersifat beracun.

TRENDING 🔥  Cara Membuat Otot Dada dengan Cepat dengan Alat Katrol Sederhana

2. Apakah air yang berwarna keruh berbahaya untuk dikonsumsi?

Ya, air yang berwarna keruh dapat mengandung partikel-partikel kotoran dan zat-zat lain yang berbahaya bagi kesehatan. Oleh karena itu, air yang berwarna keruh sebaiknya dihindari atau dimurnikan terlebih dahulu sebelum dikonsumsi.

3. Bagaimana cara mengetahui apakah air yang dihasilkan dari sumur atau sungai aman untuk dikonsumsi?

Untuk mengetahui apakah air yang dihasilkan dari sumur atau sungai aman untuk dikonsumsi, kamu bisa melakukan uji kualitas air pada laboratorium terpercaya. Uji ini akan memeriksa kandungan air dari berbagai bakteri, virus, atau zat-zat berbahaya lainnya yang dapat membahayakan kesehatan.

4. Berapa lama waktu yang diperlukan untuk menyaring air menggunakan kain atau saringan kopi?

Waktu yang diperlukan untuk menyaring air menggunakan kain atau saringan kopi tergantung pada banyak faktor, seperti besar kecilnya kain atau saringan, jumlah air yang akan disaring, dan lain-lain. Namun, umumnya penyaringan dapat dilakukan dalam waktu beberapa menit.

5. Apakah tawas dapat meningkatkan kandungan mineral pada air?

Tawas tidak dapat meningkatkan kandungan mineral pada air. Tawas hanya dapat membantu menggumpalkan partikel-partikel kotoran dan zat-zat lain yang terlarut pada air.

Semoga Bermanfaat dan Sampai Jumpa di Artikel Menarik Lainnya

Itulah tadi beberapa cara pemurnian air sederhana yang dapat kamu coba di rumah. Namun, jika kamu merasa kesulitan atau tidak yakin, sebaiknya meminta bantuan dari ahli atau instansi terkait. Semoga artikel ini bermanfaat untuk Sobat Sederhana dan sampai jumpa di artikel menarik lainnya.

Cara Pemurnian Air Sederhana untuk Sobat Sederhana