Cara Membuat Layout Sederhana

Halo Sobat Sederhana! Apa kabar? Semoga baik-baik saja ya. Kali ini kita akan membahas tentang cara membuat layout sederhana. Dalam artikel ini, kita akan membahas langkah-langkah membuat layout sederhana dengan mudah dan cepat. Yuk, simak artikel ini sampai selesai!

Apa itu Layout?

Sebelum kita masuk ke pembahasan tentang cara membuat layout sederhana, pertama-tama kita harus tahu dulu apa sih itu layout? Layout merupakan tata letak dari suatu halaman atau dokumen. Layout ini sangat penting dalam pembuatan sebuah dokumen karena layout yang baik akan membuat dokumen tersebut menjadi lebih mudah dibaca, lebih menarik, dan lebih profesional.

Dalam konteks pembuatan website, layout juga sangat penting. Layout yang baik akan membuat website menjadi lebih mudah dinavigasi, lebih user-friendly, dan lebih mudah dimengerti oleh pengunjung website. Oleh karena itu, penting sekali bagi kita untuk membuat layout website yang baik dan sederhana.

Langkah-langkah Membuat Layout Sederhana

1. Tentukan Jenis Layout

Langkah pertama dalam membuat layout sederhana adalah menentukan jenis layout yang akan kita gunakan. Ada beberapa jenis layout yang bisa dipilih, antara lain:

Jenis Layout
Keterangan
Single Column Layout
Layout dengan satu kolom
Two Column Layout
Layout dengan dua kolom
Three Column Layout
Layout dengan tiga kolom

Setelah menentukan jenis layout yang akan digunakan, selanjutnya kita bisa memulai membuat layout sederhana.

2. Rancang Sketsa Layout

Langkah kedua dalam membuat layout sederhana adalah merancang sketsa layout. Sketsa layout ini berfungsi untuk membantu kita dalam membuat layout yang lebih mudah, cepat dan efisien. Sketsa layout bisa dibuat menggunakan kertas dan pensil atau menggunakan software desain seperti Adobe Photoshop atau Sketch.

TRENDING 🔥  Cara Membuat Opor Ayam Kuning Sederhana

Setelah membuat sketsa layout, selanjutnya kita bisa mulai membuat layout website sederhana.

3. Buat Struktur HTML

Langkah selanjutnya adalah membuat struktur HTML. Struktur HTML ini sangat penting karena akan menentukan bagaimana website kita akan ditampilkan di browser. Berikut adalah contoh struktur HTML untuk layout sederhana:

<!DOCTYPE html><html><head><title>Judul Website</title></head><body><header><h1>Header</h1><p>Deskripsi Header</p></header><nav><ul><li><a href="#">Menu 1</a></li><li><a href="#">Menu 2</a></li><li><a href="#">Menu 3</a></li></ul></nav><section><article><h2>Judul Artikel 1</h2><p>Deskripsi artikel 1</p></article><article><h2>Judul Artikel 2</h2><p>Deskripsi artikel 2</p></article></section><aside><h3>Judul Sidebar</h3><p>Deskripsi Sidebar</p></aside><footer><p>Copyright © 2021</p></footer></body></html>

Struktur HTML di atas terdiri dari beberapa elemen, antara lain:

  • header: berisi judul dan deskripsi header
  • nav: berisi menu navigasi website
  • section: berisi artikel atau konten utama website
  • article: berisi judul dan deskripsi artikel
  • aside: berisi sidebar atau informasi tambahan
  • footer: berisi informasi hak cipta website

4. Buat CSS untuk Layout

Setelah membuat struktur HTML, selanjutnya kita harus membuat CSS untuk layout. CSS ini berfungsi untuk memberikan gaya atau tampilan pada website kita. Berikut adalah contoh CSS untuk layout sederhana:

body {font-family: sans-serif;margin: 0;padding: 0;}header {background-color: #333;color: #fff;text-align: center;padding: 20px;}nav {background-color: #ddd;height: 50px;line-height: 50px;text-align: center;}nav ul {list-style: none;margin: 0;padding: 0;}nav li {display: inline-block;margin-right: 10px;}nav li a {color: #333;text-decoration: none;padding: 0 10px;}nav li a:hover {color: #fff;background-color: #333;}section {display: flex;flex-wrap: wrap;margin: 20px;}article {width: calc(50% - 20px);margin-right: 20px;margin-bottom: 20px;padding: 20px;background-color: #fff;box-shadow: 1px 1px 5px #aaa;}article:last-of-type {margin-right: 0;}aside {width: 25%;margin: 20px;padding: 20px;background-color: #ddd;box-shadow: 1px 1px 5px #aaa;}footer {background-color: #333;color: #fff;text-align: center;padding: 20px;position: absolute;bottom: 0;width: 100%;}

CSS di atas terdiri dari beberapa selector, antara lain:

  • body: mengatur font-family, margin, dan padding
  • header: mengatur background-color, color, text-align, dan padding
  • nav: mengatur background-color, height, line-height, dan text-align
  • nav ul: mengatur list-style, margin, dan padding
  • nav li: mengatur display dan margin-right
  • nav li a: mengatur color, text-decoration, dan padding
  • nav li a:hover: mengatur color dan background-color saat dihover
  • section: mengatur display dan margin
  • article: mengatur width, margin-right, margin-bottom, padding, background-color, dan box-shadow
  • article:last-of-type: mengatur margin-right pada artikel terakhir
  • aside: mengatur width, margin, padding, background-color, dan box-shadow pada sidebar
  • footer: mengatur background-color, color, text-align, padding, position, bottom, dan width pada footer
TRENDING 🔥  Cara Membuat Tempat Makeup dari Kotak Sepatu Sederhana

5. Tambahkan Konten ke Layout

Setelah membuat struktur HTML dan CSS, selanjutnya kita bisa menambahkan konten ke layout. Konten ini bisa berupa artikel, gambar, atau informasi lainnya yang ingin ditampilkan di website kita.

FAQ

1. Apa saja jenis layout yang bisa dipilih?

Ada beberapa jenis layout yang bisa dipilih, antara lain single column layout, two column layout, dan three column layout.

2. Apa manfaat dari membuat layout sederhana?

Membuat layout sederhana memiliki banyak manfaat, antara lain memudahkan navigasi, membuat website lebih user-friendly, dan lebih mudah dimengerti oleh pengunjung website.

3. Apa yang harus dilakukan jika layout website tidak terlihat seperti yang diinginkan?

Jika layout website tidak terlihat seperti yang diinginkan, maka kita perlu melakukan debugging pada CSS dan HTML untuk mencari error atau kesalahan yang ada pada kode tersebut.

4. Apa yang harus dilakukan jika website terlihat tidak rapi atau tidak simetris?

Jika website terlihat tidak rapi atau tidak simetris, maka kita perlu mengatur margin dan padding pada elemen yang bersangkutan agar terlihat lebih rapi dan simetris.

5. Apa yang harus dilakukan jika website terlihat lambat?

Jika website terlihat lambat, maka kita perlu memeriksa faktor-faktor yang mempengaruhi kecepatan website, seperti ukuran gambar, ukuran file CSS dan JavaScript, dan kecepatan server hosting.

Semoga Bermanfaat dan Sampai Jumpa di Artikel Menarik Lainnya

Cara Membuat Layout Sederhana