Cara Membuat Faktur Pajak Sederhana

Hello, Sobat Sederhana! Jika kamu memiliki usaha kecil atau sedang memulai bisnis, pastinya kamu sudah tidak asing lagi dengan istilah faktur pajak. Faktur pajak merupakan salah satu dokumen penting yang harus dipahami oleh setiap pengusaha. Dokumen ini berguna untuk mencatat segala transaksi yang dilakukan di perusahaan. Namun, membuat faktur pajak terkadang terasa membingungkan dan rumit. Oleh karena itu, pada artikel ini akan dijelaskan cara membuat faktur pajak sederhana yang bisa kamu terapkan di usahamu. Simak yuk!

Persiapan Sebelum Membuat Faktur Pajak

Sebelum memulai membuat faktur pajak, ada beberapa persiapan yang harus dilakukan terlebih dahulu. Berikut adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  • Memiliki NPWP
  • NPWP atau Nomor Pokok Wajib Pajak merupakan nomor identitas bagi setiap wajib pajak yang terdaftar di Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Kamu harus memiliki NPWP terlebih dahulu sebelum dapat membuat faktur pajak.

  • Menggunakan Buku Kas dan Buku Besar
  • Pastikan kamu memiliki buku kas dan buku besar yang teratur dan lengkap, karena data-data dari buku tersebut akan digunakan dalam pembuatan faktur pajak.

  • Mempersiapkan Data Pelanggan
  • Sebelum membuat faktur pajak, pastikan kamu sudah memiliki data lengkap dari pelanggan, seperti nama, alamat, dan NPWP (jika ada).

  • Menggunakan Software Akuntansi
  • Untuk mempermudah pembuatan faktur pajak, kamu bisa menggunakan software akuntansi seperti Zahir Accounting, Accurate, Quickbooks atau software lainnya. Dengan menggunakan software akuntansi, pembuatan faktur pajak akan lebih mudah dan cepat dilakukan.

Cara Membuat Faktur Pajak Sederhana

Berikut adalah langkah-langkah cara membuat faktur pajak sederhana yang bisa kamu terapkan:

1. Pilih Template Faktur Pajak

Pertama, pilih template faktur pajak yang akan digunakan. Kamu bisa mencari template faktur pajak di internet atau bisa menggunakan template yang sudah tersedia di software akuntansi yang digunakan.

TRENDING 🔥  Bahan dan Cara Membuat Kue Pukis Sederhana

2. Isi Identitas Pengusaha

Isi identitas pengusaha pada bagian atas faktur pajak, seperti nama usaha, alamat, dan NPWP. Pastikan identitas pengusaha terisi dengan benar dan jelas.

3. Isi Identitas Pelanggan

Isi identitas pelanggan pada bagian bawah faktur pajak, seperti nama pelanggan, alamat, dan NPWP (jika ada).

4. Isi Tanggal dan Nomor Faktur

Isi tanggal dan nomor faktur pada bagian atas faktur pajak. Nomor faktur harus diisi secara berurutan dan unik untuk setiap faktur yang dikeluarkan.

5. Isi Deskripsi Barang/Jasa

Isi deskripsi barang atau jasa yang dijual pada kolom yang tersedia di faktur pajak. Deskripsi ini harus jelas dan detail, sehingga memudahkan pelanggan untuk memahami transaksi yang dilakukan.

6. Isi Harga dan Jumlah Barang/Jasa

Isi harga dan jumlah barang/jasa yang dibeli pada kolom yang tersedia. Lakukan perhitungan harga dan jumlah barang dengan cermat untuk menghindari kesalahan dalam pembuatan faktur pajak.

7. Hitung Total Transaksi

Hitung total transaksi dengan mengalikan harga dan jumlah barang. Total transaksi harus tertera dengan jelas pada faktur pajak.

8. Isi Jumlah Pajak

Isi jumlah pajak yang harus dibayar oleh pelanggan. Jumlah pajak dihitung dengan mengalikan total transaksi dengan persentase pajak yang berlaku.

9. Isi Total Pembayaran

Isi total pembayaran yang harus dilakukan oleh pelanggan. Total pembayaran adalah hasil dari penjumlahan total transaksi dan jumlah pajak.

10. Cetak dan Simpan Faktur Pajak

Cetak faktur pajak dan simpan dengan baik untuk keperluan arsip dan pemeriksaan pajak di kemudian hari.

Tabel Pajak yang Berlaku di Indonesia

PPN
15%
PPN kenaikan tarif
10%
PPN barang dan jasa tertentu
0%
PPN barang mewah
10%
PPN ekspor
0%
TRENDING 🔥  Cara Hitung Gempa Rumah Sederhana dengan ETABS

FAQ tentang Faktur Pajak

1. Apa itu faktur pajak?

Faktur pajak merupakan bukti transaksi jual beli yang dilengkapi dengan rincian barang atau jasa serta besarnya pajak yang harus dibayar, yang digunakan sebagai dasar penghitungan dan pemungutan pajak.

2. Siapa yang wajib membuat faktur pajak?

Setiap pelaku usaha yang melakukan penjualan barang atau jasa harus membuat faktur pajak.

3. Apa yang terjadi jika tidak membuat faktur pajak?

Jika tidak membuat faktur pajak, pelaku usaha dapat dikenakan sanksi oleh pihak pajak, seperti hukuman denda atau bahkan sanksi pidana.

4. Apa yang perlu diperhatikan dalam pembuatan faktur pajak?

Dalam pembuatan faktur pajak, perlu diperhatikan beberapa hal seperti pengisian identitas pengusaha dan pelanggan, nomor faktur yang harus diisi secara berurutan dan unik, serta perhitungan jumlah pajak dan total pembayaran yang harus tepat.

5. Apa manfaat dari membuat faktur pajak?

Membuat faktur pajak berguna untuk mencatat segala transaksi yang dilakukan di perusahaan, serta membantu dalam menghitung dan memungut pajak yang harus dibayar oleh pelanggan.

Semoga Bermanfaat dan sampai jumpa di artikel menarik lainnya!

Cara Membuat Faktur Pajak Sederhana